Sahabat, sesungguhnya dengan berakhirnya bulan
Ramadhan yang mulia ini, kita harus merasa sangat sedih karena siapa tahu kita
tidak akan berjumpa lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Padahal peluang kita
untuk bisa mulia dengan menggunakan sarana bulan ini luar biasa besarnya. Satu
hal lagi yang perlu diwaspadai yaitu setan terkutuk, dilepas kembali. Ketika
adzan Maghrib berkumandang menjelang malam takbiran, itulah saatnya belenggu
setan dibuka. Setan kembali lagi bebas dan pasti tidak ada lagi pekerjaannya
selain untuk menyesatkan anak cucu Adam. Betapa tidak! Setan tidak terlihat
wujudnya tetapi hasilnya jelas nyata. Akibatnya siapa saja yang tergoda dan
dirasuki bisikannya, pasti akan sengsara di dunia maupun di akhirat. Setan pun
tidak punya pekerjaan lain selain menipu dan menjerumuskan manusia. Sedangkan
kita begitu tersibuki oleh berbagai kegiatan duniawi. Sementara itu sang setan
ternyata banyak sekali temannya sehingga dengan mudah dapat mengganggu kita
sedangkan kita seorang diri melawannya. Karenanya jangan heran kalau banyak
manusia di dunia ini menjadi korban tipu muslihat setan. Bisa jadi termasuk
kita sendiri. Naudzubillaah!
Rabu, 11 April 2012
Selasa, 03 April 2012
Larangan Pergaulan Bebas Antara Pria dan Wanita
Ketahuilah bahwa bersepi-sepian dan pergaulan bebas antara pria dan
wanita yang bukan makhram itu dilarang oleh agama islam. Rasulullah saw
bersabda yang diriwayatkan oleh imam bukhari dan muslim
Artinya : ’’sungguh tidak boleh sama sekali salah seorang darikamu sekalian
bersepi-sepian dengan wanita kecuali bersama sama dengan
mahkramnya ‘’.
Hadist di atas ini dengan jelas memberi peringatan kepada kita bahwa antara pria dan wanita tidak boleh bersepi-sepian, duduk berdua, apalagi sampai
berpacaran, sebagai mana yang kita saksikan setiap hari di mana para pemuda-
pemudi hilir mudik bergaul erat menuruti selera dengan gayanya masing-masing.
Dan yang lebih memprihatinkan lagi ialah para pemuda atau pemudi yang
tidak mau bergaul bebas antara sesama mereka lalu diperolok-olokkan sebagai
orang kampungan, kurang bisa mengikuti perkembangan zaman, kolot dan
sebagainya. Mereka lakukan seperti itu karena kurangnya pengertian mereka
didalam hukum-hukum agama.
Langganan:
Komentar (Atom)