Welcome To My Blog Ahmad Syaikhul Fahmi(Kependidikan Islam)Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri(STAIN)JL.Abul Hasan NO. 03 Samarinda

Rabu, 11 April 2012

Waspadai Tipu Daya Setan


Sahabat, sesungguhnya dengan berakhirnya bulan Ramadhan yang mulia ini, kita harus merasa sangat sedih karena siapa tahu kita tidak akan berjumpa lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Padahal peluang kita untuk bisa mulia dengan menggunakan sarana bulan ini luar biasa besarnya. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai yaitu setan terkutuk, dilepas kembali. Ketika adzan Maghrib berkumandang menjelang malam takbiran, itulah saatnya belenggu setan dibuka. Setan kembali lagi bebas dan pasti tidak ada lagi pekerjaannya selain untuk menyesatkan anak cucu Adam. Betapa tidak! Setan tidak terlihat wujudnya tetapi hasilnya jelas nyata. Akibatnya siapa saja yang tergoda dan dirasuki bisikannya, pasti akan sengsara di dunia maupun di akhirat. Setan pun tidak punya pekerjaan lain selain menipu dan menjerumuskan manusia. Sedangkan kita begitu tersibuki oleh berbagai kegiatan duniawi. Sementara itu sang setan ternyata banyak sekali temannya sehingga dengan mudah dapat mengganggu kita sedangkan kita seorang diri melawannya. Karenanya jangan heran kalau banyak manusia di dunia ini menjadi korban tipu muslihat setan. Bisa jadi termasuk kita sendiri. Naudzubillaah!

Selasa, 03 April 2012

Larangan Pergaulan Bebas Antara Pria dan Wanita

Ketahuilah bahwa bersepi-sepian dan pergaulan bebas antara pria dan
wanita yang bukan makhram itu dilarang oleh agama islam. Rasulullah saw
bersabda yang diriwayatkan oleh imam bukhari dan muslim
Artinya : ’’sungguh tidak boleh sama sekali salah seorang darikamu sekalian
                 bersepi-sepian dengan wanita kecuali bersama sama dengan
                 mahkramnya ‘’.
          Hadist di atas ini dengan jelas memberi peringatan kepada kita bahwa antara pria dan wanita tidak boleh bersepi-sepian, duduk berdua, apalagi sampai
 berpacaran, sebagai mana yang kita saksikan setiap hari di mana para pemuda-
pemudi hilir mudik bergaul erat menuruti selera dengan gayanya masing-masing.
         Dan yang lebih memprihatinkan lagi ialah para pemuda atau pemudi yang
 tidak mau bergaul bebas antara sesama mereka lalu diperolok-olokkan sebagai
 orang kampungan, kurang bisa mengikuti perkembangan zaman, kolot dan
 sebagainya. Mereka lakukan seperti itu karena kurangnya pengertian mereka
didalam hukum-hukum agama.