Media
pembelajaran secara umum mempunyai kesamaan sifat
dan ciri-ciri yang agak berbeda dengan media pembelajaran. Menurut Sudjarwo (1989) dalam bukunya Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar karakteristik umum dan
fungsi media
pembelajaran atau alat bantu pembelajaran adalah:
1. Mempunyai daya tarik yang yang besar
dan menimbulkan keinginan dan minat baru, hal ini karena peranan bentuk, warna,
ilustrasi yang dibuat sedemikian pula sehingga memiliki daya tarik bagi siswa.
2. Untuk mengatasi keterbatasan fisik
kelas misalnya:
a) Obyek terlalu besar (gajah) atau
obyek yang tidak ada di lingkungan siswa belajar sehingga dapat dibuat berupa
miniatur berupa mainan atau gambar.
b) Obyek yang terlalu kecil (bakteri,
atom, sel) dapat dijelaskan kepada anak didik dengan melalui gambar atau model
dari materi tersebut.
c) Gerak yang terlalu cepat atau
kejadian yang terlalu lambat seperti berkembang biaknya bakteri, bunga dan
sedang mekar dan sebagainya dapat dibuat modelnya tanpa mengurangi edukatifnya.
d) Kejadian-kejadian yang jarang
ditemui dapat didokumentasikan melalui media seperti peristiwa gerhana
matahari, orang jatuh dari gedung dll.
e) Obyek yang terlalu komplek atau
rumit, dapat disederhanakan melalui gambar atau model misalnya sistem jaringan
arus listrik, jaringan mesin dll.
f) Konsep terlalu luas atau bersifat
abstrak dapat disederhanakan melalui bentuk gambar, model atau diagram
misalnya: konsep bilangan, gambar dunia, dan sebagainya .
g) Penggunaan berbagai media
pembelajaran akan
meningkatkan efektivitas dan efsiensi proses belajar mengajar, menimbulkan
gairah belajar dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi lebih langsung dengan
kenyataan yang diberupakan alat bantu pengajaran atau dimediakan (Schramm,
1977).
h) Media pembelajaran dapat membantu menyeragamkan
penafsiran siswa yang berbeda-beda terhadap suatu konsep. Misalnya tentang
konsep luas bangun, pengurangan, bangun geometri dll.
i) Media pembelajaran dapat membantu menanamkan konsep
dasar secara benar, konkrit dan realistis sehingga perbedaan persepsi antar
siswa pada suatu informasi dapat diperkecil, karena alat bantu pengajaran
didesain sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar siswa.
j) Media pembelajaran dapat memberikan pengalaman secara
menyeluruh dari pengalaman yang konkrit sampai dengan pengalaman yang paling
abstrak.
Pendapat
lain dikemukakan oleh MC.Known (dalam Sudjarwo, 1989), yang menjelaskan ada 4 fungsi Media
pembelajaran, yaitu:
1. Mengubah titik berat pendidikan
formal, yaitu dari pendidikan yang menekankan pada instruksional akademis
menjadi pendidikan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peserta didik.
2. Membangkitkan motivasi belajar pada
peserta didik, karena:
a) Media pembelajaran merupakan sesuatu yang baru bagi
peserta didik sehingga menarik perhatiannya.
b) Media pembelajaran dapat memberikan kebebasan kepada
peserta didik lebih besar dibandingkan dengan cara belajar tradisional.
c) Media pembelajaran lebih konkret dan mudah dipahami.
d) Media
pembelajaran memungkinkan
peserta didik untuk berbuat sesuatu.
e) Media
pembelajaran dapat mendorong
peserta didik untuk berbuat sesuatu.
f) Media
pembelajaran memberikan
kejelasan terhadap materi.
g) Media
pembelajaran memberikan
rangsangan bagi peserta didik untuk belajar.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap kegunaan Media
pembelajaran oleh Edgar Dale, YD Finn dan F. Hoban di Amerika Serikat, ditemukan
bahwa penggunaan Media
pembelajaran secara baik
akan memberikan dampak secara signifikan terhadap pendidikan, antara lain:
1. Memberikan dasar pengalaman konkret
bagi pemikiran dengan pengertian-pengertian abstrak.
2. Mempertinggi perhatian anak.
3. Memberikan realitas, sehingga
mendorong adanya self activity.
4. Memberikan hasil belajar yang
permanen.
5. Menambah perbendaharaan bahasa anak
dan mencegah verbalistik.
6. Memberikan pengalaman yang sukar
diperoleh dengan cara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar